Stunting merupakan salah satu masalah gizi utama yang menjadi fokus perhatian pemerintah karena dampak buruknya terhadap perkembangan anak-anak, terutama selama periode 1000 hari pertama sejak pembuahan hingga usia dua tahun. Penyebab utama stunting mencakup malnutrisi berkepanjangan, infeksi berulang seperti diare dan infeksi saluran pernapasan, kurangnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai, serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tidak memadai.
Untuk
mengatasi masalah ini, dilakukan berbagai intervensi berupa konseling dan
edukasi gizi kepada ibu balita. Edukasi ini berfokus pada pentingnya pemberian
ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi dan cara pembuatan
MP-ASI yang tepat setelah bayi mencapai usia enam bulan. Tujuannya adalah untuk
meningkatkan pemahaman dan motivasi ibu dalam menerapkan praktik pemberian ASI
eksklusif serta memperkenalkan MP-ASI dengan benar.
Konseling
gizi yang diberikan bertujuan untuk merubah perilaku ibu dalam pemberian
makanan kepada anak menjadi lebih baik. Melalui konseling ini, ibu memperoleh
pengetahuan mendalam tentang nutrisi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan
dan perkembangan optimal anak. Selain itu, konseling membantu ibu
mengidentifikasi faktor risiko stunting dan mengambil langkah-langkah
pencegahan yang tepat melalui perubahan pola makan dan gaya hidup.
Efektivitas
sesi edukasi ini diukur melalui pengisian lembar pre-test dan post-test untuk
membandingkan peningkatan pengetahuan ibu. Hasil post-test menunjukkan bahwa
seluruh ibu yang berpartisipasi, yaitu tujuh ibu, memperoleh kategori baik
dalam pengetahuan mereka. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan sesi
edukasi yang diberikan, menunjukkan bahwa pengetahuan yang diterima oleh
ibu-ibu tersebut dapat diimplementasikan untuk mencegah stunting pada anak
mereka.
MEDIA EDUKASI
DOKUMENTASI KEGIATAN


Tidak ada komentar:
Posting Komentar